boros di bulan puasa

Merasa Boros di Bulan Puasa? Coba Hindari 7 Kebiasaan Ini

Diposting pada

Ibadah di bulan puasa menjadi momentum yang ditunggu-tunggu setiap orang. Tapi kenapa ya kok justru banyak yang merasa boros di bulan puasa? Parahnya lagi kita kerap tidak menyadari jika kita sedang menghamburkan uang untuk kebutuhan konsumtif yang sebenarnya bukan hal mendesak. Kekhusukan dalam beribadah tentunya tidak dilihat dari seberapa besar seseorang mengeluarkan uang.

Secara logika selama seharian kita berpuasa bisa menekan pengeluaran. Namun karena kebanyakan dari kita berlebihan memberikan support pada diri sendiri justru membuat kita lebih boros di bulan puasa ketimbang bulan-bulan biasa. Baru deh setelah lebaran kita bertanya-tanya kenapa gaji dan THR ludes selama sebulan ini? Padahal puasa tidak harus boros jika kita bisa hendari 7 kebiasan ini.

7 Kebiasaan yang Bikin Boros di Bulan Puasa

1. Tidak Mempersiapkan Diri Menghadapi Puasa

Ternyata persiapan menghadapi bulan puasa tidak hanya berlaku pada niat untuk beribadah saja. Lebih lanjut finansial juga perlu dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum Ramadhan. Hal ini erat kaitannya dengan kebiasaan melambungnya harga kebutuhan pokok. Gak percaya? Lihat saja nanti saat bulan puasa, pasti media berita nasional dipenuhi kabar melonjaknya harga kebutuhan pokok.

Agar tidak boros di bulan puasa, kamu bisa mempersiapkan finansial jauh-jauh hari. Kebutuhan pokok yang bersifat awet seperti beras dan bumbu masak bisa saja dibeli lebih awal untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan. Dengan demikian kamu tidak perlu lagi membeli kebutuhan tersebut saat mengalami kenaikan harga. Bayangkan saja berapa yang bisa kamu hemat jika harga kebutuhan dapur melonjak tajam.

2. Keseringan Buka Puasa di Luar

Bulan puasa ternyata tidak hanya jadi bulan spesial untuk beribadah. Faktanya di bulan ini banyak sekali undangan buka bersama di luar. Bahkan tidak jarang kita dan keluarga memilih buka di luar daripada makan masakan rumah. Parah lagi jika kamu sudah mempersiapkan menu buka puasa tapi ujungnya memilih buka bareng di luar karena ajakan salah satu anggota keluarga.

Buka puasa di luar memang lebih terasa nikmat dan berkesan. Tapi kalau keseringan ya bisa bikin kantong bolong. Untuk itu ada baiknya kita agendakan acara buka bersama di luar khususnya bersama keluarga. Misalnya seminggu sekali atau dua minggu sekali tergantung dari momen kebersaan keluarga. Dengan demikian kamu bisa mengurangi menu makanan untuk persiapan buka di rumah sehingga pengeluaran tidak boros.

3. Ambisi untuk Balas Dendam

Sudah jadi pemandangan biasa warung dadakan yang menjajakan makanan menu buka puasa di pinggir jalan. Biasanya selepas asar pedagang dadakan ini sudah mulai siap dengan berbagai macam makanan yang menggoda selera. Dasar kondisi perut sedang lapar, kita yang disuguhi aneka jajanan kerap kalap tergiur lezatnya makanan yang ditawarkan.

Ujungnya ambisi untuk balas dendam memanjakan perut jadi kebiasaan yang membuat boros di bulan puasa. Jika kamu merasa memiliki kebiasaan ini mulai sekarang bisa sadar diri dan mengerem ambisi tersebut. Toh seberapa sih menu makanan yang muat di perut setelah waktunya buka nanti?

4. Mudah Tergiur Promo dan Diskon

Bagi sebagian orang, promo dan diskon menjadi sebuah tawaran menggiurkan. Apalagi jika promo tersebut ditawarkan untuk barang bermerk yang kita idamkan. Faktanya lagi, sebagian besar toko menawarkan promo dan diskon saat bulan puasa menjelang lebaran. Hal ini memang menarik dan kerap membuat kita tak sadar jika pengeluaran sudah overload.

Untuk menghindari pemborosan ini, sebelum tergiur promo dan diskon sebaiknya pertimbangkan dulu kebutuhan barang yang hendak kamu beli. Memastikan hanya membeli barang yang benar-benar dibutuhkan bisa sedikit membantu berhemat di bulan puasa.

5. Berlebihan Beli Baju Baru

Entah darimana kebiasaan ini berawal, yang jelas mayoritas masyarakat Indonesia memilih mengenakan baju baru di Hari Raya Idul Fitri. Kebiasaan ini tidak dilewatkan begitu saja oleh produsen dan pedagang fashion. Sayangnya banyak diantara kita mudah terpengaruh dan tergiur tawaran baju baru entah karena model, corak, maupun harga. Tidak heran jika kita kerap membeli baju berlebihan.

Kasus borong baju kerap tidak kita sadari lho, terlebih kaun hawa. Misalnya saja secara tiba-tiba ada salah satu teman yang mengajak ngabuburit sekaligus belanja. Niatnya sih nganterin teman untuk beli baju baru, tapi justru yang nganter lebih cenderung tergiur. Untuk menyiasati hal ini kamu bisa mengurangi uang tunai dalam dompet. Kalau perlu tinggalkan sejenak kartu kredit dan debit biar tidak boros di bulan puasa.

6. Berharap Lebih pada Tunjangan Hari Raya (THR)

Sadar tidak sadar harapan lebih pada Tunjangan Hari Raya membuat pengeluarn kita tidak terkontrol. Terebih bagi sebagian masyarakat yang berharap tunjangan dan gaji ke-13. Meski tidak kita sadari dampak ini bisa saja membuat pengeluaran kita lebih boros menjelang penerimaan THR. Sikap ini lantaran kita merasa aman karena masih ada uang lain yang kita harapkan.

Agar THR tidak menguap begitu saja alangkah baiknya kita sisihkan sebagian untuk tabungan dan keluarga. Tips lain biar lebih hemat juga bisa kamu lakukan dengan membuat perencanaan keuangan setelah lebaran.

7. Gaya Hidup yang Tidak Terkontrol

Kembali lagi pada poin 4 dimana hampir semua toko menawarkan promo dan diskon. Terlebih bagi kamu yang hobi belanja online, flash sale dan kuis kerap membuat kita baper dan membeli barang yang sebenarnya tidak bersifat mendesak. Selain itu gaya hidup yang tidak terkontrol kerap pula membuat kita lebih boros di bulan puasa.

Misalnya saja membeli perhiasan baru, jam tangan, kaca mata, dan sebagainya yang sebenarnya merupakan kebutuhan tersier. Lebih parah lagi jika kamu terbujuk promo kendaraan baik roda dua maupun roda empat hanya untuk terlihat mewah di momen lebaran.

Untuk menjauhi sikap boros di bulan puasa kamu bisa melakukan menghindari beberapa kebiasaan buruk di atas. Ada lagi yang kelewat? Yuk sampaikan di kolom komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *