Hati-hati Terjebak dengan Pinjaman Rentenir

Hati-hati Terjebak dengan Pinjaman Rentenir

Seiring dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan semua pihak dalam mencapai tujuan, suburlah pula pinjaman cepat dengan jaminan yang sangat mudah. Berbagai lembaga bahkan perorangan berlomba-lomba menyediakan dana untuk dipinjam pihak lain yang membutuhkan. Iming-iming kemudahan dalam proses pencairan dana biasanya menjadi senjata utama untuk mendapatkan calon-calon konsumen baru yang sedang dalam kesusahan. Bagi mereka, guyuran dana untuk menutup segala kebutuhan menjadi prioritas utama hingga mengesampingkan jumlah pengembalian yang jika dihitung lebih cermat akan tampak selisih nominal yang cukup besar. Hal tersebut sering terjadi di masyarakat terutama masyarakat bawah dan sering disebut dengan pinjaman rentenir.

Rentenir biasa didefinisikan sebagai perorangan yang memberikan dana pinjaman dengan memungut bunga tinggi pada pengembaliannya. Biasanya para rentenir memberi tawaran peminjaman dana kepada masyarakat sekitar dengan iming-iming proses yang tidak berbelit seperti pada lembaga keuangan semisal bank atau koperasi. Namun dibalik itu, para rentenir juga membebankan bunga dengan hitungan minggu atau bahkan hari. Belum lagi besar denda jika seorang peminjam belum dapat membayar tagihan atau cicilan pinjamannya pada saat jatuh tempo.

Dalam melakukan kegiatannya, rentenir dapat dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga, pria dewasa hingga preman-preman keamanan pasar. Mengesampingkan cara-cara yang mereka gunakan baik halus ataupun kasar, bunga atau denda yang dibebankan oleh rentenir sangat tinggi hingga jika dijumlahkan dapat melebihi nilai pinjaman itu sendiri. Biasanya peminjam menjadi tak berdaya karena di awal sudah terlanjur menyerahkan jaminan yang tak kecil. Biasanya jaminan tersebut berupa sertifikat rumah, tanah atau surat bukti kepemilikan sepeda motor.

pinjaman rentenir jahat

Pinjaman Rentenir Menjebak Anda

Agar kita terhindar dari berbagai jenis pinjaman rentenir ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan transaksi pinjam meminjam yaitu:

  1. Kenali siapa pemberi pinjaman, apakah perseorangan ataukah suatu lembaga atau kelompok. Kenali reputasi pemberi pinjaman dari orang-orang yang dahulu sudah pernah meminjam dana darinya.
  2. Tanyakan bunga atau denda dan biaya lain yang dibebankan pada peminjam, bandingkan dengan lembaga peminjaman lain apakah lebih tinggi ataukah lebih rendah.
  3. Jangan tergiur akan mudahnya dana dicairkan jika memang bunga yang dibebankan lebih besar dari kisaran bunga lembaga pinjaman lain.
  4. Buatlah surat perjanjian tertulis yang jelas dan disertai saksi agar ada bukti sah pinjam meminjam tersebut.

Hati-hati Terjebak dengan Pinjaman Rentenir

Meski rentenir tersebut dapat memberikan uang pinjaman saat itu juga, namun apabila dirasa pengembaliannya akan menyulitkan di kemudian hari maka sebaiknya kita menghindari bentuk pinjaman seperti tersebut. Saat ini bahkan banyak dana-dana tabungan koperasi yang juga dapat dimanfaatkan untuk memberi pinjaman lunak bagi anggota yang sedang membutuhkan. Karenanya bersilaturahmi dengan tetangga atau ikut dalam kelompok-kelompok organisasi masyarakat menjadi penting agar kita tidak menjadi buta akan informasi yang penting.

Umumnya saat ini pinjaman rentenir sudah jarang ditemukan di masyarakat yang memiliki pendidikan menengah atau di perkotaan. Namun di pedesaan masih banyak praktek-praktek rentenir karena mereka menyasar masyarakat pedesaan yang umumnya masih terbelakang dalam mendapatkan informasi. Di sinilah peran pemerintah melalui aparat-aparat kerja desanya harus lebih aktif dalam memerangi praktek rentenir. Membentuk karang taruna, koperasi, perkumpulan warga dan bahkan arisan ibu-ibu dapat menjadi solusi dana cepat yang diharapkan dapat menghindarkan kita dari cengkeraman rentenir. Pendidikan yang memadai menjadi dasar yang paling utama agar masyarakat dapat melindungi dirinya sendiri dan keluarga dari kejahatan ekonomi yang banyak dilakukan oleh para rentenir atau lintah darah.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *