Komponen Investasi Syariah dalam Pasar Modal

Komponen Investasi Syariah dalam Pasar Modal

Nama investasi syariah selalu berkembang sejalan dengan perkembangan bank syariah, dengan konsep yang sebenarnya hampir serupa dengan menerapkan konsep tanpa bunga yang di gantikan dengan bagi hasil. Perbankan syariah sendiri yang memiliki arti sebagai perbankan islam (Mashrafiyah al-Islamiyah) merupakan organisasi dari bank yang pada penerapannya selalu mengacu pada hal hal yang ada dalam agama islam.

cara investasi syariah yang benar

Dalam garis besarnya, beberapa komponen dalam Investasi Syariah yang kini ada di pasar modal adalah di antaranya, saham, reksa dana dan juga obligasi. Namun ada beberapa sudut perbedaan jika harus mengacu kedalam prinsip prinsip syariah, di antaranya adalah :

  1. Saham Syariah

Nama berikut merupakan saham emitmen yang pada dasarnya sangat sejalan terhadap apa yang di terapkan dalam ajaran agama islam. Dan beberapa bisis yang tidak sejalan dengan prinsip agama islamnya adalah berikut :

  • Perjudian
  • Perusahaan ribawi
  • Membuat atau mejual barang barang yang di larang dari segi agama dan pemerintah

Salah satu pokok yang harus di penuhi oleh emitmen yang mempunyai saham adalah report terhadap keuangan pribadi dan bisnis yang mengacu kepada bunga ekuitas yang harus tidak melebihi angka maksimalnya yaitu 82%.

Jika setelah di kaji lebih dalam terdapat fakta bahwa emitmen yang pada modalnya sudah di perjual berlikan di dalam bursa efek, dan sudah lolos uji kualifikasi, selanjutnya bisa di katakana sebagai saham syariah yang remis.

  1. Sukuk

Sukuk yang mempunyai nama lain sebagai Obligasi syariah mempunyai penjelasan dari kata “sakk” yang dalam Bahasa arabnya mempunyai arti hak kepunyaan. Yang membedakannya adalah bahwa sukuk bukanlah sebuah surat hutang, sukuk adalah bukti kepemilikan.

Setiap Obligasi yang sudah di keluarkan terlebih dahulu sudah memiliki hak hak yang di pergunakan dalam penerbitan obligasi. Dalam garis besarnya, hal hal yang mengedepankan keuntungan, bisa merupakan barang sewa yang sering di sebut sebagai sukuk ijarah atau yang biasa di sebut sebagai sukuk mudharabah yang berarti adalah hasil.

  1. Reksa dana syariah

Yang ketiga dari komponen investasi syariah adalah reksa dana, dalam kaidah islam, reksa dana adalah tempat dimana terdapat banyak sekali pendulang dana atau investor. Dimana pada nantinya pihak investor akan memberikan dana segar kepada company yang membutuhkan, dana tersebut nantinya akan di kelola sesuai dengan kaidah atau prinsip islam.

Prinsip islam yang di terapkan oleh pengelola investasi dalam mengembangkan atau mengelola reksa dana merupakan hanya dalam hal pembelian saham saja, obligasi yang beberapa arus masuk keuangan yang ada dalam DES dan sudah benar terhadap prinsip islam. Melakukan pembersihan jika ada salah satu hak bisnis yang mendapatkan laba dalam sifat yang tidak sama dengan prinsip islam akan di sidak langsung oleh DPS atau yang memiliki singkatan, dewan pengawas syariah.

Komponen komponen di atas meruoakan salah satu jalan lain bagi masyarakat Indonesia yang nantinya ingin berkecimpung dengan yang namanya Investasi Syariah, Bagi kalian yang tidak memiliki keahlian dalam memperhitungkan aspek aspek investasi ataupun aspek keuntungan, investasi jenis seperti ini sangat bisa anda andalkan karena sangat minim resiko tidak kembalinya uang.

Komponen Investasi Syariah dalam Pasar Modal

Bagai mana caranya? Untuk kalian yang memang serius ingin berkecimpung dalam bisnis, untuk sekarang anda sudah bisa mengajukannya melalui form online yang di berikan oleh PT. Buana Capital, kelebihannya adalah anda tidak perlu lagi memalui broker dan anda bisa bernegosiasi langsung dengan penjualnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *