Hukum Pinjam Meminjam Masyarakat yang Terjadi dalam Kehidupan

Hukum Pinjam Meminjam Masyarakat yang Terjadi dalam Kehidupan

Sebagai anggota masyarakat dimana manusia adalah makhluk sosial, kita pastinya tidak akan dapat hidup tanpa bantuan orang lain apalagi tetangga. Salah satu bentuk upaya tolong menolong dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat adalah adanya kegiatan pinjam meminjam. Banyak hukum pinjam meminjam masyarakat yang bisa diikuti dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat agar tidak terjadi kerugian atau penipuan yang bisa saja terjadi baik pada si peminjam maupun yang meminjamkan. Dalam bermasyarakat sendiri umumnya hukum kegiatan pinjam meminjam tidak diucapkan atau dituliskan secara detail namun lebih sebagai adab sopan santun atau kewajiban dalam usaha tolong menolong.

Apabila ada tetangga kita yang sedang dalam kesusahan atau kesempitan sehingga memerlukan pertolongan dalam hal ini adalah pinjaman berupa barang atau uang, maka kita yang memiliki kelebihan diharapkan dapat memberikan bantuan semampu kita. Hal itulah yang diharapkan terjadi di kehidupan bermasyarakat baik tertulis maupun tidak. Namun meski tidak ada hukum yang mengatur secara eksplisit untuk kegiatan tersebut masyarakat pastinya sudah sadar dan mengerti apa kewajiban dan hak mereka baik sebagai peminjam maupun yang meminjamkan.

Dengan menggunakan gotong royong sebagai dasar hukum dan norma kesopanan yang memberikan tata cara pinjam meminjam, berikut ini adalah yang semestinya dilakukan bagi kedua belah pihak:

– Bagi si peminjam:

  • Mendatangi tetangga yang akan dimintai pertolongan dan mengucapkan maksudnya untuk meminjam sesuatu.
  • Bersedia menjaga barang yang dipinjam dengan baik, tidak merusak apalagi menghilangkannya.
  • Jika barang yang dipinjam rusak atau hilang maka si peminjam wajib menggantinya seperti sedia kala.
  • Berusaha menggunakannya dengan cepat sehingga dapat mengembalikan dengan segera.

– Bagi si pemberi pinjaman:

  • Hukum pinjam meminjam masyarakat dalam Islam mengajarkan si pemberi pinjaman harus ikhlas dalam meminjamkan barang pribadinya untuk digunakan orang lain.
  • Tidak ada paksaan dalam meminjamkan.
  • Bersedia menunggu hingga si peminjam mengembalikan barang pinjaman.
  • Tidak mengambil keuntungan dari kegiatan pinjam meminjam tersebut dengan mengenakan biaya atau meminta imbalan saat pengembalian.

Selain dari pandangan kedua belah pihak, barang yang dipinjamkan juga perlu memenuhi persyaratan agar tidak memberikan kerugian terutama bagi si peminjam. Persyaratan tersebut adalah:

  • Barang dalam keadaan baik dan tidak rusak.
  • Masih dapat memberikan manfaat yang diharapkan oleh si peminjam.
  • Merupakan barang milik pemberi pinjaman sendiri.

Dengan tujuan saling tolong menolong diharapkan semua anggota masyarakat akan terpenuhi kebutuhannya dengan cara yang paling mudah dan sederhana. Dengan pinjam meminjam juga mereka yang diberikan kelebihan bisa mendapatkan ridha dari Tuhan karena mau secara ikhlas membantu sesamanya. Namun ada juga pinjam meminjam yang tidak boleh dilakukan karena tujuannya salah atau untuk melakukan tindakan yang tercela dimana maksud tersebut sudah diketahui oleh pemilik barang yang akan dipinjam.

Itulah hukum pinjam meminjam masyarakat yang dilihat dari norma-norma bermasyarakat dengan tujuan saling tolong menolong antar manusia. Diharapkan dengan menerapkan kegiatan pinjam meminjam yang tidak menitik beratkan pada keuntungan satu pihak, masyarakat dapat secara mandiri memenuhi kebutuhannya dan tidak melibatkan pihak luar yang saat ini banyak mengambil imbalan dari kegiatan pinjam meminjam tersebut khususnya meminjam dana. Selain meminjam secara perseorangan, ada baiknya dalam bermasyarakat dibentuk satu organisasi yang dapat menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat secara swadaya misalnya dapur umum, PKK, ataupun koperasi dan karang taruna sehingga kebutuhan salah satu anggotanya dapat dipenuhi tanpa ada campur tangan dari lingkungan luar.

Hukum Pinjam Meminjam Masyarakat Harus di Pahami

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *