Hikmah Puasa untuk Kesehatan Mental dan Otak

Hikmah Puasa untuk Kesehatan Mental dan Otak

Berpuasa selama kurang lebih 14 jam bahkan di beberapa negara dapat lebih banyak atau bahkan lebih singkat, ternyata tidak hanya berpengaruh pada kondisi kesehatan tubuh seseorang namun juga kondisi mental atau psikologis seseorang. Pada dasarnya, hikmah puasa yang dapat dirasakan adalah seseorang menjadi lebih sabar. Kondisi tersebut dapat menurunkan adrenalin Anda yang dapat berakibat menurunkan tingkat resiko terserang penyakit pembuluh darah atau hipertensi dan penyakit jantung ataupun penyakit otak.

hikmah puasa untuk test mental dan otak

Temuan yang ada di bidang kedokteran membuktikan jika dengan berpuasa dapat membantu untuk meningkatkan kecerdasan emosi seseorang mulai dari pengelolaan emosi hingga kemampuan untuk dapat memotivasi diri. Jika seseorang memiliki pengelolaan emosi atau EQ yang baik maka dapat membantu untuk mendukung kesuksesan seseorang. Hal tersebut dikarenakan sekitar 80% EQ dari penelitian yang dilakukan mengatakan jika EQ lebih berperan jika dibandingkan IQ yang hanya memiliki pengaruh sekitar 20% untuk menentukan keberhasilan hidup.

Dengan berpuasa ternyata juga dapat digunakan sebagai bentuk dari terapi untuk gangguan jiwa. Salah satu gangguan jiwa tersebut adalah kecemasan. Terkadang seseorang merasa cemas untuk hal yang kecil dan gangguan tersebut dapat memberikan dampak yang negatif bagi orang yang menderitanya misalnya mengakibatkan peningkatan kerja jantung. Selain kecemasan, dengan berpuasa juga dapat digunakan untuk terapi insomnia atau gangguan tidur karena metabolisme dalam tubuh menjadi lebih terkendali sehingga membuat seseorang menjadi lebih relaks dan mudah untuk tidur.

bisnis online

Hikmah puasa untuk kondisi mental seseorang juga berpengaruh pada rasa empati dan peduli yang dimiliki. Hal ini dikarenakan saat berpuasa, orang akan dapat merasakan derita atau kehidupan orang lain yang tidak dapat makan atau minum sehingga lewat berpuasa, dapat memupuk rasa peduli terhadap sesama. Puasa juga dapat membuat Anda menjadi lebih fokus terhadap sesuatu sehingga dapat membantu untuk meningkatkan prestasi belajar yang dimiliki.

Selain itu, berpuasa juga dapat menyehatkan otak yang berkaitan dengan gangguan degeneratif misalnya parkinson dan alzheimer. Menurut seorang ilmuwan di bidang neurologi yaitu Mark Mattson, Ph.D juga sebagai seorang kepala laboratorium neuroscience yang berada di NIH’s National Institute of Aging mengemukakan jika dengan berpuasa mampu melindungi otak dan meremajakan sel otak karena terjadi pembatasan kalori sebesar 30-50% dari tingkat normal yang baik juga untuk penurunan denyut jantung serta tekanan darah.

Ilmuwan yang bernama Dr. Ehret juga mengemukakan jika dengan berpuasa selama minimal 21 hari dapat memberikan dampak yang positif bagi fisik dan mental seseorang. Selain itu, pembuktian bahwa puasa baik untuk otak juga dikemukakan oleh psikater Dr. E.A. Moras yang mengatakan jika seorang pasien wanita miliknya yang menderita sakit mental kurang lebih 8 bulan mengalami perbaikan kondisi mental serta sembuh setelah melakukan puasa selama 5 minggu. Hal ini dikarenakan dalam otak terdapat neuroglial cell yang akan memakan sel neuron yang mati dan otak menjadi lebih bersih dan sehat.

Hikmah puasa untuk mental dan otak dilihat dari ilmu psikologis dan kesehatan juga dikemukakan oleh Psikiater dari Harvard yaitu Dr. Ratey. Ia melakukan penelitian pada orang yang berpuasa dan kemudian memantau otaknya dengan alat bernama functional magnetic resonance imaging atau fMRI dan mendapatkan kesimpulan jika dengan puasa, terjadi pengaturan dan pembatasan asupan kalori yang akan meningkatkan kinerja otak karena terjadi aktivitas motor cortex yang meningkat secara signifikan dan konsisten.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *