Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah

Setiap negara pasti memiliki hubungan perdagangan dengan negara lain. Baik perdagangan barang, jasa maupun spesialisasi. Tidak ada satu negara pun yang dapat menghasilkan semua barang kebutuhan masyarakatnya sendiri. Bahkan terkadang image buatan luar negeri terasa lebih menggiurkan dari buatan negeri sendiri. Hal inilah yang menjadi dasar adanya perdagangan antar negara. Ada import dan juga export di berbagai bidang baik perdagangan barang dan jasa. Hubungan dagang antar negara juga sangat kental kaitannya dengan nilai tukar mata uang kedua negara. Seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika yang sering naik turun, menjadikan perdagangan antar negara ikut tidak stabil.

Nilai tukar suatu mata uang dengan mata uang negara lain atau disebut kurs sangat berpengaruh terhadap harga barang atau jasa yang diperjualbelikan. Pasalnya nilai kurs mata uang inilah yang dapat menjadikan suatu barang terasa sangat mahal atau sangat murah dibandingkan barang sejenis dari dalam negeri. Kurs mata uang pun tidak selalu sama dari waktu ke waktu. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan kurs hari ini atau esok hari, diantaranya adalah:

  • Nilai export dan import

Semakin produktif suatu negara dengan berbagai barang dan jasa yang banyak dibutuhkan negara lain, maka nilai export negara tersebut akan semakin tinggi. Ketika negara lain membeli produk negara kita, maka supply valuta atau mata uang asing yang masuk akan semakin besar. Setelah itu pengekspor akan menukar kembali valuta asing tersebut ke mata uang domestik. Tingginya permintaan akan mata uang domestik tersebut akan meningkatkan kurs mata uang domestik terhadap mata uang asing yang ditukarkan.

  • Selisih suku bunga

Perubahan tingkat suku bunga akan berdampak pada tinggi rendahnya penanaman modal atau investasi baik asing maupun domestik sehingga berpengaruh pada permintaan dan penawaran di pasar domestik. Semakin besar selisih tingkat suku bunga maka semakin besar pula investasi yang masuk yang dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah menjadi lebih baik.

  • Tingkat inflasi

Inflasi sering diartikan sebagai kenaikan harga secara signifikan dan terus menerus. Kenaikan inflasi akan mengakibatkan suatu negara melakukan import barang dari luar negeri sehingga membutuhkan valuta asing untuk membayar import tersebut. hal ini dapat mengakibatkan turunnya kurs mata uang domestik terhadap mata uang asing itu.

  • Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran dapat menunjukkan aliran dana keluar dan masuk suatu negara. Jika banyak aliran dana masuk dari luar negeri maka tingkat kepercayaan asing berarti semakin tinggi. Hal tersebut dapat meningkatkan kredibilitas kurs mata uang domestik terhadap mata uang negara lain.

Seringkali rupiah dibandingkan dengan mata uang Amerika Serikat yaitu Dollar Amerika. Di awal pembukaan tahun ini kurs Rupiah terhadap dolar berkisar antara Rp. 13.800 per USD1. Namun ternyata, kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika tidak mencerminkan perekonomian Indonesia secara tepat. Pasalnya Indonesia tidak banyak melakukan export import dengan Amerika Serikat, barang-barang dari Amerika Serikat yang masuk hanya berkisar antara barang-barang mewah milik yang disukai sebagian kalangan saja.

Negara yang justru banyak berhubungan dalam perdagangan dengan Indonesia adalah Tiongkok, Jepang dan negara-negara Eropa dengan mata uang Euro-nya. Semakin tinggi nilai tukar rupiah terhadap ketiga mata uang negara-negara asing tersebut justru dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dari pada hanya melihat kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika yang sering ditunjukkan di berbagai media informasi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *